Pertemuan dgn klp. Sekar bahari ds. Kokarlian
Bersama Babinkamtibmas ds. Meraran mendata CPCL Penerima benih lele
Survey potensi Sumberdaya KP bersama Ka Balai Konservasi dan Pengawasan SDKP Sumbawa di kawasan Gili Balu.
Rapat klp dgn Kasi budidaya di Sagena.
Minggu, 02 April 2017
Rabu, 18 Januari 2017
DISKUSI RINGAN DI BP3K POTO TANO
Usai menerima kunjungan Kepala BKP5K KSB Ir. Mansyur Sofyan,
MM pada hari Rabu 18 Januari 2017, Kepala BP3K yang baru H. Herjan bersama
penyuluh pertanian dan perikanan diskusi ringan di depan aula membahas masalah
di tingkat lapangan dan kondisi BP3K Poto Tano saat ini. Menurut Moh. Zuhri selaku
penyuluh pertanian mengatakan bahwa fungsi dan peran BP3K dalam meningkatkan
keterampilan dan pengetahuan petani perlu ditingkatkan lagi. Zuhri juga mengusulkan
bahwa BP3K itu mestinya menjadi wahana untuk demonstrasi plot bagi petani. Oleh
karena itu setiap lahan dan setiap jengkal BP3K harus dimanfaatkan untuk
demplot sesuai dengan bidang penyuluh masing-masing. Ada demplot cabenya,
jagungnya, ikannya dan lain sebagainya. Apabila sudah ada demplot maka dengan
sendirinya petani akan belajar dan meniru teknologi yang dicontohkan oleh
penyuluh. Menanggapi hal ini Kepala BP3K menyetujui adanya demplot di BP3K sehingga
para penyuluh diharapkan menyiapkan segala sesuatunya berkaitan dengan demplot
masing-masing bidang tersebut.[]
PERTEMUAN KELOMPOK DI KUB PENDI JANGI DESA KIANTAR
Dalam rangka pembinaan kelompok perikanan, Penyuluh
Perikanan PNS M. Thoyyib Habiibie, S.Pi dan Penyuluh Perikanan Bantu Kecamatan
Poto Tano Fitrah Eko Prasetyo, S.Pi mengadakan kunjungan kelompok ke KUB. Pendi
Jangi Desa Kiantar Kecamatan Poto Tano. Acara ini merupakan pertemuan rutin
kelompok dalam rangka program penumbuhan dan kenaikan kelas kelompok. KUB.
Pendi Jangi adalah Kelompok usaha bersama yang bergerak pada usaha penangkapan
ikan laut. Kelompok ini beranggotakan 10 orang yang pada tahun ini naik kelas
menjadi kelas Madya.
Pada pertemuan yang dihadiri semua anggota ini membahas
beberapa hal :
- Masalah yang dihadapi kelompok
- Upaya mengatasi masalah
- Pengembangan usaha budidaya rumput laut
-
Produksi gurita hasil tangkapan nelayan dan penggunaan
umpan keong-keongan.[]
KUNJUNGAN KELOMPOK DI POKDAKAN BATU PUTIH DESA MERARAN KEC. SETELUK
Kunjungan kelompok kali ini bertempat di salah satu lahan
usaha budidaya kolam ikan nila milik Pak H. Mahdi Desa Meraran Kec. Seteluk Kab.
Sumbawa Barat. Pada saat saya datang beliau sedang membersihkan kolam
bersama-sama Pak H. Azis dan Pak Mandra. Menurut Pak H. Mahdi selaku ketua
kelompok, masalah yang dihadapi pada kelompok ini adalah ketersedian bibit nila
yang kurang. Oleh karena itu beliau berharap
penyuluh bisa membantu pengadaan benih nila melalui usulan proposal ke Dinas
Kelautan dan Perikanan. Melalui kesempatan ini saya selaku penyuluh perikanan
menyampaikan bahwa usulan proposal itu bisa kita bantu dengan beberapa ketentuan
bahwa proposal kelompok itu paling tidak harus ada surat permohonan. Yang kedua
ditandatangani oleh ketua kelompok plus stempel kelompok, penyuluh di WKPP,
Kepala Desa dan Camat. Ketiga melampirkan daftar nama pengurus dan anggota,
melampirkan juga Rencana Kebutuhan Kelompok dan Anggaran Biaya serta
melampirkan copy KTP anggota dan pengurus. Setelah saya sampaikan beliau
memahami apa yang saya maksud dan segera akan mengadakan pertemuan dengan
anggotanya untuk segera menyusul proposal.
Pertemuan dengan kelompok Batu Putih ini saya akhiri dengan
berkeliling bersama Pak H. Mahdi di kolam sekitar yang sedang dibersihkan dari
rumput-rumput liar, sehingga nampak pematang kolam bersih dari ilalang.[]
Minggu, 04 Oktober 2015
TIPS MEMBUAT TULISAN BERITA
Penyuluh itu unik. Disamping berperan sebagi pendamping
petani atau nelayan ia juga bisa berperan sebagai wartawan. Sebagai wartawan,
penyuluh bertugas seperti layaknya wartawan yaitu menyampaikan informasi/berita
kepada masyarakat. Namun banyak yang merasa kesulitan membuat tulisan agar bisa
dimuat di media dengan tema berita. Kalau tidak bisa mengirim ke media cetak
sebenarnya bisa kita muat di media yang kita buat sendiri yaitu blog. Bagi yang
baru tahap belajar, mungkin tips ini bisa dicoba agar kegiatan penyuluhan di
lapangan bisa diliput untuk disampaikan kepada masyarakat sekedar berbagi
informasi dan pengetahuan.
- Bawalah selalu kamera baik kamera digital atau kamera ponsel asalkan bisa digunakan untuk mendokumentasikan setiap peristiwa penting atau kegiatan yang kita lakukan atau yang dikerjakan petani atau nelayan.
- Cetak gambar/foto tersebut kemudian berilah judul singkat tentang kegiatan apa pada foto itu.
- Berikanlah beberapa ulasan atau komentar mengenai kegiatan tersebut dengan prinsip 5 W+1 H (what,who, when,where,why+ how) dan aman.
- Tampilkan di website kita agar berita tersebut bisa dibaca masyarakat yang membutuhkannya.
Mudah bukan? Kuncinya itu adalah
kemauan untuk berani mengambil gambar dari setiap kejadian atau peristiwa
penting. Jika berani dan mau mengambil gambar atau memotret kegiatan maka kita
akan punya banyak pilihan tema-tema menarik yang bisa kita kembangkan. Lambat
laun kita akan ketagihan menulis. Menulis dan menyampaikan berita ke orang lain membawa
penagruh positif bagi otak dan pikiran kita akan sehat karena ada sesuatu yang
datang dan pergi dari pikiran kita. Lain
ceritanya kalau kita hanya bisa menerima informasi atau berita saja maka kepala
kita akan penuh dengan berita-berita yang menjejali otak kita. Kita akan stres,
kepala kita kelebihan muatan berupa sampah berita yang menumpuk di kepala.
Sampah berita ini harus kita buang di tempatnya,. Di mana tempatnya? Nah
tempatnya adalah di media cetak atau elektronik.[]
Langganan:
Postingan (Atom)









