Rabu, 18 Januari 2017

KUNJUNGAN KELOMPOK DI POKDAKAN BATU PUTIH DESA MERARAN KEC. SETELUK




Kunjungan kelompok kali ini bertempat di salah satu lahan usaha budidaya kolam ikan nila milik Pak H. Mahdi Desa Meraran Kec. Seteluk Kab. Sumbawa Barat. Pada saat saya datang beliau sedang membersihkan kolam bersama-sama Pak H. Azis dan Pak Mandra. Menurut Pak H. Mahdi selaku ketua kelompok, masalah yang dihadapi pada kelompok ini adalah ketersedian bibit nila yang  kurang. Oleh karena itu beliau berharap penyuluh bisa membantu pengadaan benih nila melalui usulan proposal ke Dinas Kelautan dan Perikanan. Melalui kesempatan ini saya selaku penyuluh perikanan menyampaikan bahwa usulan proposal itu bisa kita bantu dengan beberapa ketentuan bahwa proposal kelompok itu paling tidak harus ada surat permohonan. Yang kedua ditandatangani oleh ketua kelompok plus stempel kelompok, penyuluh di WKPP, Kepala Desa dan Camat. Ketiga melampirkan daftar nama pengurus dan anggota, melampirkan juga Rencana Kebutuhan Kelompok dan Anggaran Biaya serta melampirkan copy KTP anggota dan pengurus. Setelah saya sampaikan beliau memahami apa yang saya maksud dan segera akan mengadakan pertemuan dengan anggotanya untuk segera menyusul proposal.
Pertemuan dengan kelompok Batu Putih ini saya akhiri dengan berkeliling bersama Pak H. Mahdi di kolam sekitar yang sedang dibersihkan dari rumput-rumput liar, sehingga nampak pematang kolam bersih dari ilalang.[] 


Minggu, 04 Oktober 2015

TIPS MEMBUAT TULISAN BERITA





Penyuluh itu unik. Disamping berperan sebagi pendamping petani atau nelayan ia juga bisa berperan sebagai wartawan. Sebagai wartawan, penyuluh bertugas seperti layaknya wartawan yaitu menyampaikan informasi/berita kepada masyarakat. Namun banyak yang merasa kesulitan membuat tulisan agar bisa dimuat di media dengan tema berita. Kalau tidak bisa mengirim ke media cetak sebenarnya bisa kita muat di media yang kita buat sendiri yaitu blog. Bagi yang baru tahap belajar, mungkin tips ini bisa dicoba agar kegiatan penyuluhan di lapangan bisa diliput untuk disampaikan kepada masyarakat sekedar berbagi informasi dan pengetahuan. 



  1. Bawalah selalu kamera baik kamera digital atau kamera ponsel asalkan bisa digunakan untuk mendokumentasikan setiap peristiwa penting atau kegiatan yang kita lakukan atau yang dikerjakan petani atau nelayan. 
  2. Cetak gambar/foto tersebut kemudian berilah judul singkat tentang kegiatan apa pada foto itu.
  3. Berikanlah beberapa ulasan atau komentar mengenai kegiatan tersebut dengan prinsip 5 W+1 H (what,who, when,where,why+ how)  dan  aman.
  4. Tampilkan di website kita agar berita tersebut bisa dibaca masyarakat yang membutuhkannya.

Mudah bukan? Kuncinya itu adalah kemauan untuk berani mengambil gambar dari setiap kejadian atau peristiwa penting. Jika berani dan mau mengambil gambar atau memotret kegiatan maka kita akan punya banyak pilihan tema-tema menarik yang bisa kita kembangkan. Lambat laun kita akan ketagihan menulis. Menulis dan  menyampaikan berita ke orang lain membawa penagruh positif bagi otak dan pikiran kita akan sehat karena ada sesuatu yang datang dan pergi dari pikiran kita.  Lain ceritanya kalau kita hanya bisa menerima informasi atau berita saja maka kepala kita akan penuh dengan berita-berita yang menjejali otak kita. Kita akan stres, kepala kita kelebihan muatan berupa sampah berita yang menumpuk di kepala. Sampah berita ini harus kita buang di tempatnya,. Di mana tempatnya? Nah tempatnya adalah di media cetak atau elektronik.[]

Kamis, 24 September 2015

PERKEMBANGAN HARGA IKAN DI TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT MINGGU KEDUA SEPTEMBER 2015






 No.
Nama Ikan
Satuan
Harga per kg di tingkat Pengecer ( Rp )
Keterangan
1
Comok
4-5  ekor / kg
35.000
Pasar Tana Mira Taliwang
2.
Mengali

8-10 kg / ekor
30.000

1 ekor /kg
35.000

3.
Layang
6-8 ekor/kg
25.000

4.
Tongkol
5-6 ekor/kg
15.000

3-4 kg /ekor
20.000

5.
Ketambak
5 ekor / kg
35.000

6.
Ruma
4-5 ekor / kg
35.000

7.
Krisi
4-5 kg / ekor
35.000

8.
Poso/pisang2
6-8 ekor/kg
28.000

9.
Ekor kuning
10 ekor / kg
28.000

10.
Cumi
8-10 ekor / kg
55.000

11.
Udang
50 ekor /kg
55.000

12.
Lele
7-8 ekor/kg
29.000


Nila
3-5 ekor / kg
30.000

Selasa, 01 September 2015

PEMBUATAN KARAMBA JARING APUNG DI SAGENA

Dalam rangka pengembangan usaha budidaya laut, Bakorluh NTB menyalurkan bantuan sarana Karamba jaring Apung untuk kelompok perikanan di Dusun Sagena Desa Kiantar Kec. Poto Tano Kab. Sumbawa Barat. Saat ini sarana tersebut masih dalam pengerjaan pemasangan kerangka bambu dan pelampung. Rencananya sarana ini dijadikan sebagai demplot penyuluh perikanan wilayah setempat agar masyarakat bisa mengadopsi teknologi yang diterapkan.